Alkaaf Weblog

Menjalin Silaturrahim Habaib

Arsip untuk Desember, 2008

Pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Menyusul Pembantaian Sadis Warga Palestina di Gaza

Ditulis oleh alkaaf di/pada Desember 28, 2008

Bismillahirrahmanirrahim

Innalillahi wa Inna ilahi raji’un

Kejahatan besar yang dilakukan Rezim Zionis Israel di Gaza dan pembantaian ratusan warga; laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tertindas, sekali lagi menunjukkan wajah bengis serigala-serigala zionis yang haus darah dan membuka kedoknya yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik tabir kedustaan. Kejahatan ini sekaligus menjadi peringatan bagi mereka yang lalai dan para pencari ‘damai’, akan bahaya besar dari kehadiran kelompok kafir harbi ini di jantung negeri umat Islam. Duka yang ditimbulkan oleh pembantaian sadis ini sangat memukul hati setiap insan Muslim, bahkan menyentak siapa saja yang memiliki hati nurani dan kehormatan, di manapun dia berada. Akan tetapi duka yang lebih besar dari itu adalah sikap bungkam bernuansa dorongan yang ditunjukkan oleh sejumlah rezim Arab dan yang mengaku menjadi bagian dari dunia Islam. Bukankah para penguasa negeri-negeri Muslim sepatutnya membela warga Gaza yang tertindas dan berhadap-hadapan dengan rezim perampas, kafir dan agresor, bukan malah menunjukkan sikap yang membuat para pejabat zionis menyebut mereka sebagai pihak yang setuju dengan kejahatan besar itu. Adakah petaka yang lebih besar dari ini?

Jawaban apa yang bakal diberikan kelak oleh para penguasa negara-negara itu ketika mereka berhadapan dengan Rasulullah SAW? Jawaban apakah yang bisa mereka berikan kepada rakyat mereka sendiri yang sudah pasti tengah berkabung atas terjadinya tragedi ini? Sudah pasti hati rakyat Mesir, Jordania dan negara-negara Islam tengah terpanggang menyaksikan pembantaian besar terhadap warga Gaza yang sebelum ini telah mengalami blokade berkepanjangan tanpa adanya suplai makanan dan obat-obatan.

Pemerintahan Bush yang telah melakukan banyak kejahatan, di hari-hari akhir kekuasaannya yang penuh cela kian menenggelamkan rezim Amerika Serikat ke dalam nista dengan keterlibatannya dalam pembantaian ini. Peristiwa Gaza semakin mempertebal berkas kejahatan perang pemerintahan Bush. Rezim-rezim Eropa kembali membuktikan kebohongan klaim-klaim mereka tentang Hak Asasi Manusia dengan sikapnya yang tak peduli bahkan mendukung terjadinya pembantaian besar ini. Sekali lagi mereka membuktikan bahwa mereka berada di barisan front yang memusuhi Islam dan umat Muslim.

Kini pertanyaan yang saya ajukan kepada para ulama dan para rohaniawan di dunia Arab, juga kepada para pemimpin di negeri manapun, bukankah kini telah tiba saatnya bagi Islam dan umat Muslim untuk merasakan adanya ancaman? Bukankah kini telah tiba saatnya bagi kalian untuk melaksanakan kewajiban mencegah kemungkaran dan menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim?

Adakah medan peristiwa lain yang lebih nampak jelas di depan mata ketimbang Gaza dan Palestina yang memperlihatkan kerjasama kaum kafir harbi dengan para munafik di tengah umat dalam aksi menumpas kaum muslimin, sehingga kalian baru merasa adanya kewajiban di pundak kalian?

Pertanyaan saya kepada media massa dan para cendekiawan di dunia Islam, khususnya di dunia Arab, kapan kalian akan mengakhiri sikap tak peduli terhadap kewajiban yang kalian pikul sebagai insan media dan kalangan cendekia? Adakah cela yang lebih besar bagi lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia di Barat dan lembaga yang disebut Dewan Keamanan PBB dari apa yang ada saat ini?

Semua mujahid Palestina dan semua insan mukmin di dunia Islam wajib melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membela perempuan, anak-anak dan warga yang lemah di Gaza. Siapa saja yang terbunuh dalam menjalankan tugas mulia dan suci ini berarti dia mati syahid, dan semoga dia dibangkitkan kelak bersama para syuhada Badr dan Uhud yang berjuang bersama Rasulullah SAW.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus melaksanakan tugas dan kewajibannya pada situasi yang genting dan bersejarah ini. Organisasi ini hendaknya membentuk satu barisan bersama yang tegas dan tak reaktif dalam menghadapi rezim zionis Israel. Rezim Zionis harus dihukum oleh negara-negara Islam. Para pemimpin rezim pendudukan itu harus diseret ke pengadilan untuk diadili dan dihukum karena kejahatan ini dan karena aksi blokade berkepanjangan yang mereka lakukan.

Bangsa-bangsa Muslim bisa mewujudkan harapan itu dengan tekad mereka yang kuat. Tugas yang diemban oleh para politisi, ulama dan kaum cendekiawan pada masa yang genting ini lebih besar.

Saya mengumumkan hari Senin sebagai hari berkabung umum untuk mengenang pembantaian sadis di Gaza dan menyeru kepada para pejabat negara untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing terkait peristiwa yang menyayat hati ini.

وَ سَیعلَمُ ‌الذین ظَلَموا اَیّ مُنقلبٍ یَنقلبون

Dan kelak orang-orang zalim akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (Q.S Al-Syu’araa’: 227)

Sayyid Ali Khamenei

8 Dey 1387 HS (28 Desember 2008)

29 Dzulhijjah 1429 H

(www.taghrib.ir)

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Sang Sayyid: Syiah dan Sunni Sadari Makar Musuh Islam

Ditulis oleh alkaaf di/pada Desember 17, 2008

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan orang dari berbagai kalangan hari ini, Rabu (17/12), pada peringatan hari raya Ghadir menyebut peristiwa Ghadir Khum yang terjadi tanggal 10 Dzulhijjah tahun 10 hijriyah sebagai peristiwa yang menunjukkan pentingnya masalah pemerintahan dalam Islam. Langkah Nabi SAW di akhir-akhir hayatnya dengan mengumumkan Imam Ali as sebagai penerus beliau untuk memimpin umat Islam sebagai bukti kepedulian besar Islam terhadap masalah kepemimpinan.

Beliau menegaskan bahwa peristiwa Ghadir memberikan pelajaran kepada umat Islam bahwa kekuasaan atas masyarakat Muslim harus diserahkan kepada orang-orang yang menjunjung tinggi sifat-sifat agung yang ada pada diri Amirul Mukminin as, serta berusaha keras untuk mendekatkan diri kepada sifat-sifat yang sangat mulia itu. Imam Ali as adalah figur yang memiliki banyak karakteristik mulia dalam bentuknya yang sempurna seperti kepasrahan mutlak kepada keridhaan Allah swt, jihad di jalan Allah dengan segala kesulitannya dan tanpa henti, pengorbanan di jalan kebenaran dan hakikat, keteguhan yang bagai baja dalam menghadapi musuh Allah, berpaling dari gemerlap duniawi, serta rendah hati di hadapan orang-orang lemah dan tertindas.

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa Syiah memandang peristiwa Ghadir yang menjelaskan soal imamah dan kepemimpinan Amirul Mukminin Ali as setelah Nabi SAW sebagai pokok utama keyakinan Syiah, dan kaum Syiah terus mempertahankan dan memegang teguh keyakinan ini bersama keyakinan yang lain dan khazanah keilmuannya meski menghadapi berbagai tekanan dan penindasan. Namun Syiah tidak akan mengizinkan keyakinan ini menjadi faktor pemicu perselisihan dan permusuhan di tengah dunia Islam.”

Seraya menyampaikan ucapan selamat kepada bangsa Iran yang mukmin dan kepada seluruh kaum muslimin atas peringatan hari raya Ghadir, beliau mengimbau semua pihak untuk memahami dengan benar pesan yang dibawa oleh peristiwa ini.

Ayatollah Al-Udzma Khamenei di bagian lain pidatonya menerangkan perbedaan persepsi antara Syiah dan Sunni dalam memandang peristiwa Ghadir Khum. Beliau mengatakan, “Meski ada perbedaan persepsi, namun Syiah dan Sunni sama-sama meyakini terjadinya peristiwa Ghadir. Syiah dan Sunni juga meyakini kebesaran figur Imam Ali as. Seluruh umat Islam memandang Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai puncak kemuliaan tertinggi yang tak mungkin bisa disamai dalam ilmu, taqwa dan keberanian.”

Beliau menyeru semua pihak, Syiah dan Sunni, untuk bersikap bijak dan tanggap dalam menghadapi makar dan tipu daya musuh yang berusaha menebar perpecahan di tengah umat Islam. Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan bahwa Imam Khomeini (ra) dan Republik Islam Iran selalu berusaha mencegah terjadinya perpecahan di tengah umat Islam. “Kaum arogansi dunia terpukul dengan adanya persatuan pandangan dan ikatan hati antara umat Islam, Syiah dan Sunni, yang tercipta berkat kemenangan revolusi Islam. Karena itulah sentimen madzhab yang mereka pandang sebagai cara terbaik dimanfaatkan untuk menebar pertikaian di tengah umat Islam dan menjauhkan kaum muslimin dari Republik Islam Iran. Karena itu dalam menghadapi tipu daya berbahaya ini diperlukan kecerdasan dan kewaspadaan,” jelas beliau.

Rahbar menjelaskan bahwa banyak sumber yang telah mengungkapkan data akurat tentang adanya dana besar yang telah dikeluarkan oleh musuh-musuh umat Islam dalam upaya menebar perselisihan di tengah umat. Beliau mengingatkan bahwa buku-buku yang penuh dengan tuduhan dan cacian terhadap Syiah dan Ahlussunnah diterbitkan dengan dana yang dikeluarkan oleh lembaga di bawah naungan arogansi dunia. Penerbitan buku-buku seperti itu menurut beliau hanya membantu kepentingan AS dan zionisme internasional.

Di bagian lain pidatonya, Ayatollah Al-Udzma Khamenei mengatakan bahwa penulisan dan penerbitan buku-buku yang memuat argumentasi kuat dan logis, seperti yang dilakukan para ulama Syiah sepanjang sejarah dan terus berlanjut sampai saat ini bukan hal yang tercela. Yang tidak bias dibenarkan adalah menerbitkan buku berisi cacian dan tuduhan kepada umat Islam yang lain. Beliau menegaskan bahwa tipu daya kaum arogan tidak akan pernah bisa melemahkan umat Islam, jika bangsa-bangsa Muslim waspada dan sadar.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Pesan Sang Sayyid untuk Muslimin Musim Haji 1429 H

Ditulis oleh alkaaf di/pada Desember 8, 2008

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan Nama Allah yang Maha Penyasih Maha Penyayang

payam-hajj1Untuk kesekian kalinya, negeri wahyu menghimpun jumlah besar kaum Mukminin dalam jamuan tahunannya. Kini, di tanah kelahiran Islam dan Al-Quran, betapa jiwa-jiwa perindu dari seluruh penjuru dunia gairah melaksanakan manasik-manasik yang – dengan merenungkan makna-maknanya – dapat menampilkan selayang dari pelajaran abadi Islam dan Al-Quran kepada umat manusia. Itulah amalan-amalan yang merupakan langkah-langkah simbolik dalam menerapkan dan mengamalkan pelajaran tersebut.

Tujuan dari pelajaran besar ini ialah kesuksesan dan kebanggaan abadi manusia yang dicapai dengan jalan mendidik manusia yang shaleh dan membentuk masyarakat yang juga shaleh. Manusia yang shaleh yaitu manusia yang menyembah Allah Yang Maha Esa dengan hati dan perilakunya, membersihkan dirinya dari kesyirikan dan kotoran-kotoran akhlak serta keinginan-keinginan yang menyimpang. Dan masyarakat yang shaleh yaitu masyarakat yang dalam rangka pembangunannya, menerapkan nilai keadilan, kemandirian, keimanan, kegigihan dan segenap tanda-tanda kehidupan dan kemajuan.

Dalam kewajiban ibadah haji, benih-benih dasar pendidikan personal dan sosial telah ditanamkan. Mulai dari berihram, menanggalkan identitas-identitas pribadi dan meninggalkan sekian banyak kesenangan dan keinginan hawa nafsu, hingga bertawaf di sekeliling lambang Tauhid, melakukan shalat di maqam Ibrahim -seorang nabi penghancur berhala dan bapak pengorbanan- dan mulai dari bergerak cepat di antara dua bukit hingga beristirahat di padang Arafat di tengah hamparan luas orang-orang yang beriman dari berbagai etnis dan warna kulit, serta menghabiskan satu malam dengan dzikir dan doa di padang Masy’aril Haram, kerinduan masing-masing hati bersama Allah di tengah keramaian gelombang umat, kemudian berada di Mina dan melontar lambang-lambang setan, lantas mewujudkan makna berkurban dan memberi makan kepada kaum miskin serta orang-orang yang dalam beban perjalanan. Semua dan semua ini adalah pendidikan, pembinaan dan penyadaran.

Dalam rangkaian [manasik] yang lengkap ini; dari satu sisi, ada ketulusan dan kejernihan serta keterputusan hati dari kesenangan-kesenangan dunia; dari sisi lain, ada usaha dan kerja serta kegigihan; dari sisi lain, ada keintiman dan kesendirian bersama Allah; dari sisi lain, ada kesatuan dan keseutuhan hati serta kesetaraan antarsesama makhluk; dari sisi lain, ada upaya merias hati dan jiwa; dari sisi lain, ada kepercayaan pada solidaritas satu tubuh besar umat Islam; dari sisi lain, ada kekhusyukan di hadapan Allah; dari segi lain, ada ketegaran berdiri di hadapan kebatilan; singkatnya, hidup dalam suasana akhirat dari satu sisi, dan kehendak yang kuat untuk merias dunia dari sisi lain. Semua sisi-sisi ini diajarkan dan dipenatarkan secara utuh dan terpadu. Allah Swt. berfirman,

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Dan dari mereka ada yang berkata, ‘Ya Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.’” (Al-Baqarah: 201).

Demikian pula Ka’bah yang mulia dan manasik-manasik haji sebagai bekal keberadaan dan kebangkitan masyarakat dan kekayaan manfaat bagi umat manusia.

جَعَلَ اللّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِّلنَّاسِ
“Allah telah menjadikan Ka’bah; rumah Suci itu sebagai pusat (peribadatan dan kehidupan) bagi manusia.” (Al-Ma’idah: 97).

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (Al-Hajj: 28).

Hari ini, kaum Muslimin dari berbagai negara dan suku bangsa harus lebih dari biasanya; menghargai kewajiban besar ini dan memanfaatkannya, karena ufuk di depan mata umat Islam sekarang lebih cerah dari sebelumnya, dan harapan untuk mencapai cita-cita – yang telah digariskan oleh Islam bagi setiap orang dan masyarakat Muslim – semakin lebih terang dari biasanya. Jika umat Islam selama dua abad sebelum ini telah tertimpa keruntuhan dan kegagalan di hadapan peradaban materialistik Barat dan sistem-sistem ateistik dengan berbagai kubu kanan dan kiri mereka, namun kini, di abad kelima belas Hijriyah ini, sistem-sistem politik dan ekonomi Baratlah yang justru terperangkap dalam lumpur dan menderita kelemahan, keruntuhan dan kekalahan. Sementara dengan kesadaran kaum Muslimin, kebangkitan identitas diri mereka, mengemukanya pemikiran yang berasas pada tauhid, logika keadilan dan spiritualitas, maka Islam telah memulai kembali sebuah era baru dari kemajuan dan kewibawaannya.

Orang-orang yang -dalam beberapa masa lalu- membacakan ayat-ayat putus asa dan percaya bahwa bukan hanya Islam dan kaum Muslimin, bahkan pondasi spiritualitas serta hidup beragama telah lenyap di bawah serangan peradaban Barat, akan tetapi sekarang mereka itu justru sedang menyaksikan kekuatan Islam, kebangkitan Al-Quran dan Islam, sekaligus juga kelemahan dan keruntuhan bertahap musuh-musuh yang agresor itu. Mereka menerima kenyataan ini dengan hati dan lisan mereka.

Dengan penuh keyakinan, saya tegaskan bahwa ini masih awal perubahan. Namun, wujud sempurna dari janji Allah ialah unggulnya kebenaran di atas kebatilan, dan kebangkitan umat Al-Quran serta peradaban baru Islam sedang dalam proses.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka menjadi aman sentausa sesudah mereka dalam ketakutan; mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (Al-Nuur: 55).

Tanda dari janji yang pasti terwujud ini, pada tahap pertama dan terpenting, ialah kemenangan Revolusi Islam di Iran dan bangunan menjulang negara Islam yang telah mengubah Iran menjadi basis yang kokoh untuk pemikiran kedaulatan dan peradaban Islam. Peristiwa spektakuler ini terjadi tepat pada saat memuncaknya kampanye materialistik dan gerakan pemikiran dan politik – kanan maupun kiri – yang anti-Islam. Namun tiba-tiba muncul perlawanan dan kegigihannya menghadapi hantaman-hantaman politik, militer, ekonomi dan propaganda-propaganda yang dilancarkan dari segenap arah. Perlawanan dan kegigihannya telah menghembuskan harapan baru di dunia Islam dan menciptakan gairah dalam jiwa-jiwa. Semakin waktu berlalu, kegigihan ini – berkat kekuatan dan inayah Allah Swt. – semakin meningkat dan harapan itu pun semakin kuat mengakar. Sepanjang tiga dekade berlangsung pada perubahan ini, Timur Tengah dan negara-negara Muslim Asia dan Afrika menjadi medan konfrontasi yang penuh dengan kemenangan.

Palestina, intifada Islam, berdirinya pemerintahan Palestina dan kaum Muslimin; juga Lebanon dan kemenangan bersejarah Hizbullah dan Moqawamah Islamiyah ‘Perjuangan Islam’ atas rejim kejam dan haus darah Zionis [Israel]; Irak dan terbentuknya pemerintahan Muslimin dan demokratis di atas puing-puing rejim ateis dan diktator Saddam; Afganistan dan kekalahan yang memalukan Uni Soviet dan rejim boneka mereka di sana; demikian pula kekalahan dan kegagalan seluruh politik-politik arogansi Amerika untuk berkuasa di atas Timur Tengah; persoalan dan kekacauan yang tak teratasi di dalam rejim perampas hak (Zionis Israel); juga kejutan kemajuan ilmu dan teknologi di negara Republik Islam Iran walaupun di bawah tekanan embargo ekonomi; kekalahan tim penyulut perang di Amerika dalam kancah politik dan ekonomi; kesadaran identitas dan jati diri pada minoritas-minoritas Muslimin di sekian banyak negara-negara Barat; semua dan semua ini adalah tanda-tanda yang nyata dari kemenangan dan kemajuan Islam dalam konfrontasi dengan musuh-musuh di abad ini; yakni di abad kelima belas Hijriyah.

Saudara-saudari! Kemenangan dan keunggulan ini semata-mata hasil dari jihad ‘perjuangan’ dan keikhlasan. Yaitu, ketika suara Allah dari rongga hamba-hamba Allah sampai ke telinga; ketika semangat dan tenaga para pejuang di jalan kebenaran tumpah di tengah medan, ketika kaum Muslimin membuktikan ikrar dan janjinya dengan Tuhan mereka, maka ketika itulah Allah Yang Maha Tinggi Maha Kuasa akan membuktikan nyata janji-Nya sehingga perjalanan sejarah pun pasti berubah.

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ
“Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu.” (Al-Baqarah: 40).

إِن تَنصُرُواْ اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia menolongmu dan mengokohkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7).

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
“Dan Allah benar-benar akan menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah-lah Maya Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hajj: 40).

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami pasti menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman di kehidupan dunia dan di hari bangkitnya saksi-saksi.” (Al-Ghafir: 51).

Ini semua adalah awal perjuangan. Bangsa-bangsa Muslim masih dihadang oleh tantangan-tantangan besar. Tantangan-tantangan ini tidak dapat dilewati kecuali dengan keimanan dan keikhlasan, dengan harapan dan jihad, dengan ketajaman pandangan dan kesabaran. Jalan ini tidak dapat ditempuh dengan putus asa, pikiran negatif, acuh tak acuh, kehendak yang lemah, tanpa kesabaran dan ketergesa-gesaan, ataupun dengan prasangka buruk terhadap kebenaran janji Allah Swt.

Musuh yang sudah terluka telah dan akan terus mengerahkan segenap kekuatan mereka. Kita harus waspada, sadar, berani dan tahu peluang. Dengan cara inilah semua upaya musuh pasti gagal. Selama tiga puluh tahun ini, musuh itu-yakni terutama Amerika dan Zionisme Israel-selama ada di kancah dengan segenap kekuatan yang bisa mereka gunakan, akan tetapi mereka tetap gagal. Pada masa-masa yang akan datang pun mereka akan terus gagal, insyaallah.

Brutalnya tindakan musuh pada umumnya merupakan tanda dari kelemahan dan kegegabahan mereka. Lihatlah Palestina, khususnya Jalur Gaza. Tindakan-tindakan kejam dan jahat musuh (Israel) di Jalur Gaza – yang jarang ditemukan semacamnya dalam sejarah kekejaman manusia – adalah tanda dari begitu lemahnya mereka dalam menundukkan kehendak kuat kaum lelaki, kaum perempuan, anak-anak muda dan anak-anak belia yang tetap gigih menghadapi rejim militer Israel dan pelindungnya; yakni Adikuasa Amerika, dan mereka mencampakkan tuntutan negara-negara ini supaya mereka tidak lagi memihak pemerintahan Hamas.

Salam sejahtera Allah atas bangsa pejuang dan besar itu! Rakyat di Jalur Gaza dan pemerintahan Hamas telah membuktikan makna ayat-ayat abadi ini,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ. أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157).

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ أَذًى كَثِيرًا وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

“Kalian sungguh-sungguh akan diuji dalam harta dan diri kalian, dan (juga) kalian sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kalian dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kalian bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (Al ‘Imran: 186).

Pihak pemenang terakhir dalam konfrontasi antara kebenaran dan kebatilan ini tidak lain hanyalah kebenaran. Dan inilah bangsa Palestina yang tertindas dan gigih yang pada akhirnya akan mengalahkan musuh,

وَكَانَ اللَّهُ قَوِيّاً عَزِيزًا
“Dan sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Pada hari-hari ini pun, selain kegagalan dalam menumpas perlawanan rakyat Palestina, sebuah kegagalan besar telah merusak kewibawaan pemerintahan Amerika dan lebih besar lagi bagi negara-negara Eropa; kegagalan yang tak dapat dibayar kerugiannya dalam waktu sesingkat ini, yaitu dengan bohong mengaku diri dalam kancah politik sebagai pejuang kebebasan, demokrasi dan slogan-slogan Hak Asasi Manusia. Rejim terhina Zionis Israel lebih legam wajahnya dari sebelumnya, dan ada pula sebagian dari negara-negara Arab yang, dalam ujian besar ini, menjadi pecundang yang melengkapi keterhinaan mereka itu.

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ
“Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (Al-Syu’araa’: 227).

Salam sejahtera atas hamba-hamba shaleh Allah Swt!

Sayyid Ali Husaini Khamenei
4 Dzul Hijjah Yang Suci, 1429 H.

(http://indonesian.khamenei.ir)

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »