Fadak Masih Menebar Semerbak Aroma Fatimah (as)
Ditulis oleh alkaaf di/pada Juni 15, 2008
Sebuah anugerah yang sangat besar ketika rombongan yang menyertai Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan Iran Ayatollah Akbar Hashemi Rafsanjani tanpa menduga sebelumnya berkesempatan ziarah ke Fadak, sebidang tanah luas yang diberikan Nabi SAW kepada putri tercintanya Fatimah Zahra (as)
Wilayah itu saat ini telah berganti nama dan dikenal dengan nama Haith berarti dinding karena dikelilingi oleh dinding. Namun warga yang tinggal di sana turun temurun masih menamakannya Fadak. Meski 14 abad telah berlalu sejak Fadak direbut dari tangan putri Nabi itu, namun tanah ini masih menyimpan memori Fatimah dengan lekat. Banyak orang yang menyebut Fadak dengan nama kota Fatimah. Di sana ada sebuah masjid yang diberi nama masjid Fatimah. Lembah di sekitar itu juga bernama lembah Fatimah.
Mohammad Abdur Rahman Jabir, sesepuh Fadak yang mengiringi rombongan Ayatollah Rafsanjani juga menyebutkan tujuh mata air yang diberi nama mata air Fatimah. Perkebunan korma juga dihiasi dengan nama putri Nabi itu (as).
Rafsanjani menyatakan keinginannya untuk meneguk air dari mata air Fatimah. Ketika para pengawal dari Kerajaan Arab Saudi mencegahnya karena khawatir kondisi air yang mungkin tidak sehat dan tak layak minum, Rafsanjani dengan mata yang berkaca-kaca mengatakan, “Bukankah sebuah kerugian jika kita sampai di sini tetapi tidak meneguk air dari mata air Fatimah?” Jawaban Ayatollah Rafsanjani itu membuat mereka yang hadir menitikkan air mata keharuan.
Fadak masih menebar aroma Fatimah Zahra (as), seperti yang dikatakan Ayatollah Rafsanjani.
alkaaf berkata
barakallah