Alkaaf Weblog

Menjalin Silaturrahim Habaib

Melecehkan Islam, Menyebarkan Islam

Ditulis oleh alkaaf di/pada Mei 31, 2008

Kesucian agama Islam sering kali diusik. Dari penyebutan Islam sebagai agama teror, pemuatan kartun menghina Nabi SAW dan penistaan terhadap Al-Qur’an, makin hari semakin deras. Ada apa di balik itu semua?

Belum reda kemarahan dan ketersinggungan umat Islam lantaran penghinaan yang dilakukan prajurit Amerika Serikat di Irak terhadap al-Qur’an al-Karim, kitab suci ini dilecehkan lagi dan perasaan satu setengah milyar Muslim kembali dipermainkan. Perusahaan penerbit terkemuka di Jepang, Shueisha melakukan penghinaan dalam film seri animasi mereka Jojo’s Bizzare Adventure. Di Jepang, DVD film ini telah terjual sebanyak 70 juta keping dan rencananya akan diedarkan ke seluruh penjuru dunia. Perusahaan itu memang telah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh umat Islam dan membatalkan pengapalan DVD animasi itu ke luar negeri.

Apa sebenarnya yang dilakukan perusahaan Shueisha? Film animasi Jojo’s Bizzare Adventure adalah film yang diangkat dari cerita komik yang telah menyebar ke seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Di komik tersebut diceritakan tentang terjadinya pertempuran dengan memuat gambar pertempuran di masjid. Pertempuran itu melibatkan karakter penjahat. Sedangkan dalam versi animasi ditampilkan sang penjahat yang mengambil bacaan salah satu surat dalam al-Quran-surat Ar-Ra`d-ketika memerintahkan eksekusi terhadap tokoh pahlawan dan teman-temannya. Tak ayal, penggunaan al-Quran dalam versi DVD dan gambar pertempuran dalam masjid di versi buku komiknya, memicu kemarahan di lebih dari 300 forum kalangan Arab dan Islam di internet.

Belum lama ini, umat Islam di berbagai negara khususnya Irak menggelar aksi demo mengecam tindakan tentara Amerika Serikat (AS) di Irak yang berlatih kejituan menembak dengan sasaran al-Qur’an. Berbagai aksi demo dan kecaman akhirnya memaksa komandan militer AS di Irak untuk meminta maaf. Tak hanya, George W Bush, Presiden AS, juga ikut mengucapkan maaf setelah Perdana Menteri Nuri Maliki memberitahukan kepadanya kemarahan warga dan para ulama Irak atas tindakan prajurit AS tersebut.

Apa sebenarnya yang mendasari tindakan brutal tentara AS itu dan apa pula motif yang mendorong perusahaan penerbit Jepang menerbitkan komik dan film animasi yang melecehkan Al-Qur’an? Adalah mustahil jika dikatakan mereka tidak mengetahui bahwa al-Qur’an adalah kitab suci bagi umat Islam dan bahwa umat ini meyakininya sebagai kitab yang turun dari sisi Allah. Tak heran jika banyak yang menyatakan bahwa kedua aksi penistaan itu memang sengaja dilakukan dan merupakan bagian dari skenario terencana untuk menyerang Islam.

Mungkin perusahaan penerbit Shueisha merasa sudah meminta maaf sehingga menganggap masalah ini selesai. Namun perusahaan ini telah melakukan tindakan yang lebih menyakitkan dengan menyebut pelecehan itu sebagai ketidaksengajaan dan meski salah, namun kesalahan ini ‘kecil’. Sama halnya dengan yang dilakukan Bush dan Komandan miiliter AS di Irak.

Umat Islam memang sering menjadi target pelecehan, dan sangat mungkin hal itu terkait erat dengan gerakan Islamophobia yang terjadi di dunia Barat khususnya, yang kian menjadi-jadi pasca peristiwa 11 September 2001. Oleh Bush dan kubu neo konservatifnya, tragedi itu langsung dikaitkan dengan jaringan terorisme internasional yang dilakukan oleh Al-Qaeda. Tentunya ketika menyebut al-Qaeda, Bush tidak menunjuk kepada jaringan pimpinan Osama bin Laden semata, tetapi kepada seluruh umat Islam. Buktinya, entah disengaja atau tidak, Bush menyebut peristiwa teror 11 September sebagai awal dari dimulainya perang salib baru.

Genderang perang melawan teror langsung ditabuh dan negara-negara Barat mengamini langkah AS. Media massa pun dikerahkan untuk mengesankan keterkaitan Islam dan umat Islam dengan terorisme. Akibatnya gelombang Islamophobia yang sudah ada di masyarakat non Muslim, khususnya Barat, semakin menjadi-jadi.

Lalu, mengapa ada ketakutan terhadap Islam dan apakah sebenarnya yang mereka takutkan dari Islam? Mungkin itulah pertanyaan mendasar yang perlu dicarikan jawabannya.

Gerakan kebangkitan Islam yang didengungkan sekitar 200 tahun lalu oleh Sayid Jamaluddin Asadabadi (Afghani) kini telah memperlihatkan buah dan hasilnya. Jika di era penjajahan dahulu, gerakan ini muncul dengan kebangkitan bangsa-bangsa Muslim melawan penjajah, di zaman ini kebangkitan itu berjalan dengan semangat melawan imperialisme baru. Kemenangan revolusi Islam di Iran mungkin dapat disebut sebagai peristiwa besar yang mengilhami bangsa-bangsa Muslim lainnya untuk bangkit.

Jika di Iran, di bawah kepemimpinan ulama besar, Imam Khomeini (ra), bangsa ini menjungkalkan kekuasaan monarkhi dukungan AS, Shah Pahlevi, di Lebanon, gerakan moqawamah Islam berhasil mengusir rezim zionis Israel keluar dari wilayah selatan negeri itu yang telah diduduki selama dua dekade. Di Aljazair, ketika pemilihan umum yang bebas dan adil diselenggarakan dan partai berbasiskan Islam diperbolehkan ambil bagian, kemenangan diraih oleh partai Islam. Hasil pemilu memang lantas dibatalkan karena kekhawatiran berkuasanya kubu Islam di negeri itu.

Jika Palestina sejak tahun 1948 diduduki dan berbagai gerakan perlawanan dan perjuangan nasionalisme Arab dalam beberapa dekade gagal membebaskannya dari cengkeraman kaum zionis, kini muncul secercah harapan yang semakin hari semakin menguat. Harapan itu muncul seiring dengan lahirnya gerakan-gerakan perjuangan baru yang berbasiskan Islam.

Di Irak yang diduduki oleh tentara AS sejak tahun 2003, seluruh skenario Gedung Putih untuk menempatkan bonekanya di kursi kekuasaan tidak membuah hasil. Lewat pemilu yang bersih dan adil, mayoritas kursi parlemen jatuh ke tangan kubu Aliansi Irak Bersatu yang islami.

Di negara-negara non Muslim, Islam mulai dikenal dan banyak orang ingin mengetahui lebih banyak tentang agama ini. Berbagai sumber menyebutkan bahwa jumlah mereka yang tertarik kepada Islam dan akhirnya mengumumkan keislaman mereka di negara-negara non Muslim semakin hari semakin bertambah.

Melihat itu semua, tak heran jika muncul kekhawatiran Islam dengan jumlah pemeluknya sekitar satu setengah milyar jiwa akan menggeser Kristen (dengan berbagai sekte dan alirannya) menjadi agama terbesar di dunia. Baru-baru ini Vatikan mengeluarkan pernyataan tentang populasi umat Islam yang melebihi jumlah umat Katholik di seluruh dunia. Menurut Vatikan, populasi umat Katholik di dunia sekitar 1,13 milyar jiwa dan jumlah itu lebih kecil dibanding dengan umat Islam. Memang Vatikan dalam laporan itu tidak menyebutkan jumlah populasi warga Muslim dunia. Namun berbagai laporan menyebutkan bahwa muslimin di dunia berjumlah sekitar satu setengah milyar jiwa.

Di Belanda, terlepas dari niat sebenarnya, tindakan Wilders anggota parlemen negara itu yang membuat film Fitna yang menghebohkan itu mungkin juga dipengaruhi oleh pemikiran adanya ancaman dari Islam terhadap peradaban dan dunia Barat. Wilders hanyalah satu dari sekian banyak tokoh politik, pejabat dan pemikir barat yang merisaukan perkembangan Islam.

Tindakan pelecehan terhadap kesucian Islam yang terjadi di Barat semisal penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam kartun yang dimuat oleh majalah Denmark dan lalu tersebar di kebanyakan media Barat, pembuatan film Fitna dan kini penembakan al-Qur’an dan penghinaan terhadap kitab suci ini dalam komik dan film animasi buatan Jepang mungkin dimaksudkan untuk menjauhkan masyarakat dunia dari Islam. Apalagi propaganda yang menyejajarkan Islam dengan terorisme sampai saat ini masih belum reda.

Namun yang terjadi justeru sebaliknya. Rasa ingin tahu akan Islam di masyarakat non Muslim semakin besar. Dan seperti yang mudah diduga, mereka yang berkenalan dengan Islam akan tertarik kepada agama yang menawarkan perdamaian, logika, kesucian dan kemajuan ini. Data menunjukkan bahwa di AS dan negara-negara Barat, jumlah warga negara Barat yang masuk Islam selalu bertambah setiap harinya. Maha benar Allah ketika berfirman,

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, dan Allah menyempurnakan cahayaNya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.” (Q. S. Al-Shaf ayat 8). (taghrib/ahf)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>